FPTI

FPTI Apresiasi Perjuangan Aditya Tri Syahria di Asian Games 2026

FPTI (Federasi Panjat Tebing Indonesia) Tetap Berikan Apresiasi Kepada Aditya Tri Syahria Meski Atlet Indonesia Tersebut Gagal Meraih Medali Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Aditya harus mengakhiri perjuangannya di final nomor speed putra setelah di nyatakan melakukan false start.

Hasil tersebut tentu menjadi kekecewaan bagi Aditya. Pasalnya, penampilan atlet berusia 23 tahun itu sepanjang kompetisi menunjukkan performa yang menjanjikan. Bahkan, Aditya sempat mencatatkan rekor Asian Games pada babak kualifikasi dengan waktu 4,62 detik.

Aditya Cetak Rekor di Babak Kualifikasi

Perjalanan Aditya menuju final di mulai dengan penampilan impresif pada babak kualifikasi yang berlangsung di Portmesse Nagoya Exhibition Hall, Jepang.

Ia menjadi atlet tercepat dalam kualifikasi speed putra dengan catatan waktu 4,62 detik. Torehan tersebut sekaligus memecahkan rekor Asian Games sebelumnya yang di buat Veddriq Leonardo dengan waktu 4,95 detik pada Asian Games Hangzhou 2022.

Aditya sempat mencatat waktu 4,74 detik pada kesempatan pertama dan 4,70 detik pada kesempatan berikutnya. Setelah sempat mengalami false start, ia mampu memperbaiki penampilan dan mencatat 4,62 detik pada kesempatan keempat.

Hasil tersebut membuat Aditya keluar sebagai pemuncak kualifikasi dan memastikan tiket menuju putaran final.

Tampil di Babak Final

Pada babak final, Aditya kembali menunjukkan kemampuan terbaiknya. Ia berhasil melewati perempat final dan semifinal hingga menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang melaju ke partai puncak nomor speed putra.

Di semifinal, Aditya mencatat waktu 4,786 detik untuk memastikan tempat di final. Sementara itu, Veddriq Leonardo harus terhenti setelah menempati posisi ketiga di heat semifinal dengan catatan 4,95 detik.

Sayangnya, kesempatan Aditya untuk memperebutkan medali berakhir sebelum perlombaan benar-benar berjalan. Ia di nyatakan false start sehingga tidak dapat melanjutkan pertandingan dan tidak memperoleh medali.

FPTI Tetap Apresiasi Aditya

Ketua Umum FPTI Yenny Wahid mengatakan organisasi tetap mengapresiasi penampilan Aditya. Menurutnya, secara catatan waktu Aditya menunjukkan kemampuan yang sangat baik dan menjadi salah satu atlet tercepat dalam persaingan tersebut.

Yenny menyebut false start merupakan bagian dari olahraga yang bisa terjadi dalam pertandingan. FPTI berharap pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi Aditya agar dapat tampil lebih matang pada kompetisi berikutnya.

FPTI juga tidak menganggap Aditya sebagai satu-satunya atlet yang mengalami kejadian tersebut. Dalam pertandingan final, sejumlah atlet lain juga mengalami false start. Karena itu, FPTI melihat pentingnya peningkatan kematangan dan kemampuan mengontrol ritme pertandingan.

Jadi Bahan Evaluasi

Aditya sendiri mengakui bahwa kejadian di final Asian Games 2026 menjadi pengalaman berharga. Ia menilai pengelolaan diri dan emosi menjadi salah satu aspek yang perlu diperbaiki.

Menurut Aditya, nomor speed memiliki banyak variabel yang dapat menentukan hasil pertandingan. Perbedaan waktu yang sangat kecil dapat membuat seorang atlet gagal atau berhasil mencapai target.

Kegagalan di Nagoya pun tidak membuat Aditya kehilangan motivasi. Ia bertekad menjadikan pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi untuk menghadapi kompetisi berikutnya.

Diproyeksikan Menuju Olimpiade 2028

FPTI masih melihat Aditya sebagai salah satu atlet muda yang memiliki potensi besar. Organisasi tersebut bahkan memproyeksikannya untuk menjadi bagian dari persiapan menuju Olimpiade 2028.

Karena itu, pengalaman di Asian Games 2026 dapat menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan kematangan Aditya sebagai atlet. Kemampuan teknis yang sudah terlihat melalui rekor 4,62 detik perlu diimbangi dengan konsistensi dan kontrol saat menghadapi tekanan pertandingan.

Di Asian Games 2026, panjat tebing Indonesia akhirnya membawa pulang satu medali, yakni emas dari Desak Made Rita Kusuma Dewi pada nomor speed putri. Sementara Aditya harus puas membawa pengalaman berharga dari penampilannya di Nagoya.

Perjalanan Aditya masih panjang. Kegagalan di final kali ini menjadi bagian dari proses menuju target yang lebih besar di masa mendatang.