
Angela Herliani Figur Muda Politik dan Ekonomi Kreatif Indonesia
Angela Herliani Tanoesoedibjo Merupakan Salah Satu Tokoh Muda Indonesia Yang Dikenal Luas Di Bidang Politik Dan Ekonomi Kreatif. Lahir pada 23 April 1987 di Ottawa, Kanada, Angela adalah putri dari pengusaha nasional Hary Tanoesoedibjo. Meski berasal dari keluarga pebisnis besar, ia membangun kariernya sendiri melalui pendidikan, pengalaman profesional, dan kiprah di pemerintahan.
Angela Herliani menempuh pendidikan tinggi di luar negeri. Ia meraih gelar Bachelor of Arts dari University of New South Wales, Australia, dan melanjutkan studi Master of Commerce di universitas yang sama. Latar belakang pendidikan ini menjadi fondasi kuat dalam memahami manajemen bisnis, strategi, serta dinamika industri kreatif.
Sebelum terjun ke dunia pemerintahan, Angela Herliani aktif dalam berbagai lini bisnis yang berada di bawah naungan grup perusahaan keluarganya. Pengalaman tersebut memberinya wawasan luas mengenai industri media, hiburan, dan ekonomi digital—sektor yang kemudian sangat relevan dengan perannya di pemerintahan.
Kiprah Angela Herliani di Dunia Politik
Angela resmi terjun ke dunia politik melalui Partai Perindo (Partai Persatuan Indonesia). Namanya semakin dikenal publik ketika pada tahun 2019 ia dilantik sebagai Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Penunjukan ini menjadikannya salah satu wakil menteri termuda dalam Kabinet Indonesia Maju saat itu.
Sebagai Wakil Menteri, Angela memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif nasional. Tugas tersebut tidak ringan, terutama karena masa jabatannya bertepatan dengan pandemi COVID-19 yang berdampak besar pada industri pariwisata.
Peran dalam Pemulihan Pariwisata
Di tengah tantangan pandemi, Angela aktif mendorong strategi pemulihan sektor pariwisata melalui adaptasi digital dan penguatan ekonomi kreatif. Ia terlibat dalam berbagai program untuk membantu pelaku UMKM kreatif bertahan dan bertransformasi, termasuk melalui pelatihan, pendampingan, serta promosi berbasis digital.
Salah satu fokus utamanya adalah memperkuat subsektor ekonomi kreatif seperti film, musik, kuliner, fesyen, dan aplikasi digital. Angela menekankan pentingnya inovasi dan kolaborasi lintas sektor untuk mendorong daya saing Indonesia di tingkat global.
Selain itu, ia juga aktif mempromosikan destinasi super prioritas yang menjadi andalan pemerintah, sekaligus memperluas kampanye pariwisata domestik guna menjaga perputaran ekonomi di dalam negeri.
Gaya Kepemimpinan dan Citra Publik
Sebagai figur muda, Angela di kenal memiliki gaya komunikasi yang modern dan adaptif. Ia aktif menggunakan media sosial untuk berinteraksi dengan masyarakat, membagikan kegiatan kerja, serta menyampaikan pesan-pesan inspiratif kepada generasi muda.
Kehadirannya di pemerintahan juga di anggap merepresentasikan semangat regenerasi dalam politik Indonesia. Angela kerap mendorong keterlibatan anak muda dalam pembangunan, khususnya di bidang ekonomi kreatif yang memang sangat dekat dengan generasi milenial dan Gen Z.
Meski tidak lepas dari sorotan publik karena latar belakang keluarganya, Angela berusaha menunjukkan kapasitas dan profesionalismenya melalui kinerja nyata. Ia terlibat langsung dalam berbagai forum nasional maupun internasional yang membahas pariwisata, investasi, serta pengembangan industri kreatif.
Kontribusi bagi Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor strategis bagi Indonesia karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan penyerapan tenaga kerja. Dalam berbagai kesempatan, Angela menekankan bahwa kreativitas dan inovasi adalah modal utama Indonesia untuk bersaing di era ekonomi digital.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan investor guna memperkuat ekosistem industri kreatif. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan para kreator lokal dapat menembus pasar global dan membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
Tantangan dan Masa Depan
Sebagai politisi muda, Angela masih memiliki perjalanan panjang dalam dunia pemerintahan dan politik. Tantangan ke depan meliputi penguatan daya saing pariwisata Indonesia, transformasi digital yang berkelanjutan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor kreatif.
Namun, dengan latar belakang pendidikan internasional, pengalaman bisnis, dan eksposur pemerintahan, Angela Herliani Tanoesoedibjo di nilai memiliki bekal yang cukup untuk terus berkontribusi bagi pembangunan nasional.