
Musim Hujan, Ini Tips Lindungi Kesehatan Si Buah Hati
Musim Hujan Sering Kali Menghadirkan Aktivitas Di Luar Rumah Yang Tak Terhindarkan, Terutama Bagi Anak-Anak Yang Bermain Di Luar. Ketika Musim Hujan turun tiba-tiba, anak sering kali kehujanan kondisi yang kerap membuat orang tua khawatir anak akan mudah jatuh sakit. Padahal, kehujanan sendiri tidak selalu berbahaya, asalkan orang tua tahu cara menangani si kecil dengan benar setelah basah kuyup oleh hujan.
Menurut dokter spesialis anak dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), kehujanan bukan hal yang perlu di takuti secara berlebihan. Asalkan langkah pengamanan dan tindakan sesudahnya di lakukan dengan baik, risiko anak jatuh sakit dapat di minimalkan.
Alasan banyak orang tua cemas adalah kekhawatiran bahwa paparan air hujan dan cuaca dingin dapat langsung menyebabkan flu atau penyakit lain. Padahal, flu dan penyakit musiman bukan di sebabkan air hujan itu sendiri. Melainkan oleh virus dan bakteri yang menyebar pada Musim Hujan ketika sistem imun tubuh menurun dan lingkungan menjadi lebih lembap. Kondisi yang mempermudah kuman berkembang biak.
Penanganan Tepat Setelah Kehujanan
Langkah pertolongan pertama setelah anak kehujanan sangat penting untuk menjaga kesehatan mereka. Berikut tips aman yang bisa di lakukan orang tua:
- Segera bersihkan diri saat sampai di rumah
Saat anak pulang dalam keadaan basah kuyup, hal pertama yang harus di lakukan adalah mengajak anak mencuci tangan dan melepas seluruh pakaian basah. Ini penting karena air hujan yang bercampur dengan kotoran atau lintasan bisa membawa bakteri yang menempel di pakaian atau kulit.
- Mandi dengan air hangat
Mandi segera setelah kehujanan, terutama dengan air hangat, sangat di anjurkan. Selain memberikan efek menyegarkan, mandi dengan air hangat juga membantu membersihkan tubuh dari kotoran, bakteri, serta zat yang mungkin menempel selama kehujanan. Dokter menyatakan bahwa mandi langsung setelah kehujanan boleh dan aman, bahkan memberi kenyamanan pada anak.
- Keringkan tubuh dengan handuk atau pakaian yang hangat
Setelah mandi, keringkan seluruh tubuh anak dengan handuk bersih dan pastikan mereka mengenakan pakaian kering serta hangat. Tubuh yang tetap lembap atau basah dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko iritasi kulit, kedinginan, dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi.
- Perhatikan tanda-tanda sakit setelah kehujanan
Meskipun kehujanan itu sendiri bukan penyebab langsung penyakit, orang tua tetap perlu waspada terhadap tanda-tanda infeksi seperti demam, batuk, pilek berkepanjangan, atau malaise. Jika gejala mulai muncul dalam beberapa hari setelah kehujanan. Sebaiknya segera konsultasikan ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Tips Menjaga Kesehatan Anak di Musim Hujan
Selain menangani setelah kehujanan, ada beberapa cara orang tua dapat melindungi anak dari penyakit musim hujan:
- Lengkapi perlindungan saat keluar rumah
Pastikan anak menggunakan jas hujan, payung, dan sepatu tertutup saat aktivitas di luar rumah untuk meminimalkan kontak langsung dengan air hujan dan genangan air yang kotor. Genangan air juga sering menjadi tempat berkembangnya nyamuk yang membawa penyakit seperti demam berdarah.
- Selalu jaga kebersihan tangan dan tubuh
Ajarkan anak untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bermain di luar atau sebelum makan. Kebiasaan sederhana ini sangat efektif dalam mencegah penyebaran kuman dan virus yang sering menjadi penyebab infeksi selama musim hujan.
3. Jaga pola makan sehat dan istirahat cukup
Musim hujan sering membuat anak malas makan atau mudah lapar, namun orang tua harus memastikan asupan makanan bergizi seimbang untuk menjaga sistem kekebalan tubuh. Selain itu, waktu tidur yang cukup juga sangat penting untuk membantu tubuh memulihkan diri dan melawan infeksi.
- Hindari genangan air dan kebersihan lingkungan
Genangan air yang tidak segera di tangani bisa menjadi sarang nyamuk dan berbagai bakteri. Orang tua perlu memastikan lingkungan sekitar rumah tetap bersih dan tidak ada tempat yang menampung air terlalu lama.