
Jusuf Hamka Apresiasi Prabowo Sediakan Lahan untuk Kantor MUI
Jusuf Hamka Apresiasi Tinggi Terhadap Presiden Telah Menyediakan Lahan Seluas 4.000 Meter Persegi Di Kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI). Untuk di gunakan sebagai lokasi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) bersama lembaga-lembaga umat Islam lainnya. Hal ini di ungkapkan Jusuf saat menyampaikan pendapatnya di Jakarta pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Menurut Jusuf Hamka, keputusan Presiden Prabowo itu merupakan bentuk perhatian khusus terhadap umat Islam di Indonesia. Ia menyatakan bahwa dirinya merasa terharu dan bahagia atas langkah tersebut, mengingat selama ini kantor MUI belum memiliki bangunan yang representatif di lokasi strategis ibu kota. “Saya jujur bahagia dan terharu. Karena kita tahu lah semua, umat Islam ini mayoritas di negeri kita. Tetapi kantor Majelis Ulama aja kita minjem sama Departemen Agama yang di Jalan Proklamasi,” ujarnya.
Jusuf Hamka menambahkan bahwa sebelumnya sempat ada rencana pembangunan kantor MUI di area lain, termasuk di Taman Mini Indonesia Indah, namun belum terealisasi. Oleh sebab itu, keputusan pemerintah memberikan lahan di Bundaran HI. Kawasan elit dan strategis di Jakarta menjadi kejutan baik bagi masyarakat Islam Indonesia.
Jusuf Hamka: Lahan Strategis di Bundaran HI sebagai Simbol Posisi Institusi Islam
Pemberian lahan tersebut di sampaikan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri acara Pengukuhan Pengurus MUI 2025–2030 dan doa bersama di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada 7 Februari 2026. Prabowo menyatakan bahwa lahan di Bundaran HI merupakan lokasi prestisius di ibu kota. Yang selama ini di penuhi oleh hotel-hotel mewah dan pusat perbelanjaan. Sehingga kehadiran kantor MUI dan institusi Islam di kawasan itu menjadi simbol penting kehadiran umat Islam dalam ruang publik nasional.
Prabowo menjelaskan bahwa lokasi tersebut akan di gunakan tidak hanya untuk kantor utama MUI, tetapi juga untuk Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan sejumlah organisasi masyarakat Islam serta lembaga keagamaan yang membutuhkan ruang perkantoran. Ia berharap keberadaan kantor baru ini dapat memperkuat peran MUI dan berbagai lembaga Islam lainnya dalam aktivitas keagamaan, sosial, dan kemasyarakatan di tingkat nasional.
Rencana Gedung 40 Lantai dan Fungsi Multifungsi
Rencana awal yang di sampaikan Presiden adalah pembangunan bangunan di atas lahan itu yang di perkirakan mencapai 40 lantai. Sehingga bisa berfungsi tidak hanya sebagai kantor, tetapi juga sebagai pusat aktivitas komunitas Islam dan fasilitas publik lain yang mendukung kebutuhan lembaga-lembaga umat. Gedung strategis ini di harapkan mampu menjadi ikon baru di kawasan Bundaran HI dan menjadi kebanggaan semua pihak.
Jusuf Hamka bahkan menyebut bahwa rencana pembangunan gedung kantor MUI di lokasi strategis itu dapat menjadi hadiah besar bagi umat Islam di Indonesia. Sekaligus sebagai bukti bahwa hubungan antara ulama dan umara (pemerintah) bisa berjalan seiring demi kemaslahatan masyarakat secara luas. “Ini hadiah buat umat Islam dari Pak Prabowo,” ucap Jusuf.
Makna Politik dan Sosial dari Langkah Ini
Langkah pemerintah dalam menyediakan lahan bagi institusi Islam di jantung ibu kota ini di pandang bukan hanya sebagai pemberian fisik. Tetapi juga sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi ulama dan lembaga keagamaan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. Keputusan ini muncul di tengah pengukuhan pengurus MUI periode baru. Yang secara formal menjadi titik awal kerja sama yang lebih erat antara pemerintah dan komunitas Islam dalam berbagai isu strategis.
Presiden Prabowo sendiri dalam pidatonya menyatakan bahwa keberadaan lembaga Islam di pusat ibu kota juga membawa pesan bahwa negara memberikan tempat strategis dan bermakna bagi organisasi keagamaan yang berperan dalam kehidupan bangsa. Ia menyoroti pentingnya lokasi yang representatif agar kegiatan organisasi Islam semakin terlihat di ruang publik ibu kota.
Harapan untuk Pembangunan dan Peran Lembaga Islam ke Depan
Jusuf menyampaikan harapannya agar gedung nantinya tidak hanya menjadi kantor administratif. Tetapi juga menjadi pusat kebanggaan serta ruang kreatif untuk kegiatan umat Islam Indonesia.